Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai Rp. 4.907 Triliun Hingga Dengan Februari 2018


Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai Rp. 4.907 Triliun hingga dengan Februari 2018 -  apa yang ada di benak kita bila melihat judul ini. hutang mencapai ribuan triliun, kita hanya sanggup bilang WOWWWWWWW..... 

Memang ada pendapat hebat yang menyatakan bahwa hutang RI masih dalam batas kondusif dari yang ditetapkan oleh Pemerintah. Ada juga pendapat hebat yang menyatakan bahwa hutang ini sangat riskan apalagi bila kebijakan pengelolaan hutang tidak pribadi menjadi produktif. jangan jangan nanti berhutang untuk menutup hutang. Begitulah gosip yang ada di media media yang ada di Indonesia.  

apa yang ada di benak kita bila melihat judul ini Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai Rp. 4.907 Triliun hingga dengan Februari 2018
 www. liputan6.com
Siapabisnis.com hanya akan mengulas informasi hutang ini dari mata masyarakat awam. Beberapa pendapat dari masyarakat bilang bahwa lebih baik jangan berhutang, mengapa???

1. hutang pasti, niscaya dan niscaya akan memperlihatkan beban pada masa depan generasi muda kita.

2. hutang akan memperlihatkan beban pada pemerintahan yang selanjutnya. Pak joko widodo pernah berkata bahwa hutang hingga 2.700 triliun itu dari hutang pemerintahan masa yang lalu. Jika pak jokoi sudah tidak lagi menjabat dan digantikan dengan presiden baru, niscaya akan berbicara ibarat itu lagi. Trus siapa yang akan disalahkan lagi???

3. solusinya yaitu rubah minset hingga final masa jabatan presiden, hutang setidaknya harus turun atau minimal tetap.

4. bila dikatakan hutang ini untuk mempercepat pembangunan yang selama ini tertinggal, jangan dijadikan satu satunya cara. Banyak cara untuk membangun infrastruktur tanpa harus berhutang.

5. ada pendapat bahwa jepang, amerika dan negara maju saja hutangnya melebihi GDP. Dan itu benar namun juga salah. Mengapa??? Itu negara lain, bukan Indonesia yang mempunyai karakteristik SDM yang masih lemah dibandingkan dengan jepang dan amerika.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel